Pengantar Manajemen

0 komentar

BAB 1 PENGERTIAN MANAJEMEN

Dalam mendefinisikan pengertian manajemen, pada umumnya pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian yaitu:
1.      Manajemen sebagai suatu proses
2.      Manajemen sebagai suatu kolektifitas manusia
3.      Manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art)
Dalam pengartian manajemen tersebut kita dapat melihat beberapa pendapat tentang pengertian manajemen tersebut.
1.      Manajemen sebagai suatu proses yaitu bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Beberapa pendapat tentang pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut:
i)        Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksana suatu tujuan tertentu dilaksanakan atau diawasi.
ii)      Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai sutu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai suatu tujuan.
iii)    Georgy R Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
2.      Manajemen sebagai suatu kolektifitas manusia yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Yang disebut dengan manajemen yaitu kolektifitas atau kumpulan orang-orang yang bergabung dalam suatu oragnisasi manajemen sedangkan yang disebut dengan manajer yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya suatu aktifitas manajemen.
3.      Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, sebab antara keduanya tidak bisa di pisahkan. Manajemen sebagia suatu ilmu pengetahuan karena telah dipelajari sejak lama dan telah diorganisasikan dalam teori. Sedangkan manajemen sebagai suatu seni dapat dikatakan bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain, hal ini menunjukkan bagaimana cara memerintahkan pada orang lain yang mau bekerja sama. Beberapa ahli mengemukakan pengertian manajemen sebagai ilmu dan seni dapat dikatakan sebagai berikut:
i)        Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the Executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R Terry.
ii)      Marry Parker Follen menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Dalam manajemen modern ini semua jenis kegiatan harus di manajemeni karena dalam kegiatan apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien dan efektif, sehingga diperoleh masukan atau input yang besar. Menurut Edgar H. Scheim dalam bukunya yang berjudul “Organizational Socialization and the Profession of Management” menguraikan karakteristik atau kriteria-kriteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu:
1.      Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingungan yang tujuannya mendidik menjadi seseorang yang profesional. Misalnya Akademik Pendidikan Profesi Manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya.
2.      Para profesional memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama dan kriteria lainnya.
3.      Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.

Tingkatan Manajemen dan Manajer
Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbada yaitu:
1.      Manajemen Lini atau manajemen tingkat pertama, yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seseorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik, pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2.      Manajemen Menengah (Midle Manager) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan di dalam organisasi. Manager menengah mengarahkan kegiatan manager lain, juga mengarahkan kegiatan-kegiatan yang melaksanakan kebijakan organisasi. Contohnya kepala bagian yang membawahi kepala seksi, kepala devisi dan lain sbagainya.
3.      Manajer Puncak (Top Manajer), terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka menetapkan kebijaksanaa operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingungannya. Sebutan untuk manajemen puncak ini adalah Chief Executive officer (Direktur Utama), Presiden dan Senior Vicepresident
Menurut lingkungan kegiatan yang dilakukan dibagi menjadi dua yaitu Manajer Fungsional dan Manajer Umum. Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi, pemasaran, keuangan yang dipusatkan oleh kesamaan tugas sedangkan manajer umum membawahi unit yang lebih rumit, misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasinal yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.
Di dalam melaksanakan tugas setiap tingkatan manajer mempunyai fungsi yang berbeda, fungsi utama keahlian (skill) yaitu keahlian teknik tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarahan dengan motivasi, supervisi, dan komunikasi. Fungsi yang kedua yaitu keahlian manajerial (managerial skill) atau keahlian manajerial y
Manajerial yaitu keahlian yang berkenaan tentang hal penetapan tujuan perencanaan, pengoraganisasian, penyusunan personalia dan pengawasan.

Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi manajemen pada hakekatnya dikombinasikan menjadi 10 fungsu yaitu:
1.      Forecasting (ramalan) yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu di kerjakan.
2.      Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
3.      Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, termasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya.
4.      Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru, latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memeberi daya guna maksimal pada organisasi.
5.      Directing atau Commanding (pengarahan atau mengkomando) yaitu usaha memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
6.      Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
7.      Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak menjadi kekacauan dan saling lempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu peduakan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
8.      Motivating (motivasi) yaitu pemberian semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.
9.      Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
10.  Reporting (pelaporan) yaiu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.
Dari sekian fungsi tersebut, fungsi manajemen yang paling penting yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan. Fungsi tersebut masuk ke dalam klasifikasi fungsi perusahaan sedangkan fungsi kanajer di luar perusahaan yaitu:
1.      Mewakili perusahaan di bidang pengadilan
2.      Ambil bagian sebagai warga negara biasa
3.      Mengadakan hubungan dengan unsur-unsur masyarakat.



bab 2 perkembangan teori  manajemen

Sampai pada saat ini perkembangan teori manajemen telah berkembang secara pesat, manajemen ilimiah muncul setelah negara-negara Eropa Barat dan Amerika dilanda revolusi industri, yang terjadi pada sekitar awal abad ke 20 yaitu mulai ditinggalkannya prinsip-prinsip lama yang sudah tidak efektif dan efisien lagi.
Beberapa perkembangan teori manajemen sebagai berikut:
Teori Manajemen Klasik
Berikut ini penjelasan riwayat hidup tentang beberapa tokoh manajemen klasik seperti:
1.      Robert Owen (1771 – 1858)
Seorang manajer pabrik pemintalan kapas di New York, Skotlandia pada awal tahun 1800-an. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin di adakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat oleh pemimpinnya perusahaan akan memberikan keuntungkan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.
2.      Charles Babbage (1792 – 1871)
Seorang profesor dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Dia percaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunnya biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Pada dasarnya di arahkan dalam pembagian kerja yang mempunyai keunggulan seperti:
1.      Waktu yang diperlukan untuk belajardari pengalaman yang baru.
2.      Bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya yang akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja.
3.      Kecakapan dan keahlian
4.      Harus adanya perhatian pada pekrjaan.
Charles Babbage merupakan orang pertama yang menciptakan mesin hitung (calculator) yang dapat menguntungkan antara para pekerja dan pemilik perusahaan.

Teori Manajemen Ilmiah
Beberapa tokoh yang menjelaskan tentang teori manajemen ilmiah yaitu sebagi berikut:
1.      Frederick Winslow Taylor
Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management). Dari hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yag lebih dikenal dengan nama sistem trial and error, kesimpulannya yaitu dapat diambil dari hasil penelitian bahwa perusahaan akan mendapatkan hasil yang memuaskan apabila pekerjaan yang akan dilaksanakan harus direncanakan, dan juga harus memperhatikan teknologi (mesin) maupun pelaksananya (manusia). Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management yaitu:
1.      Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
2.      Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu kemudian memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
3.      Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
4.      Harus adakerja sama yang baik antara pimpinan dan pekerja.
2.      Frank BunkerGilbreth dan Lilian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1917)
Berikut ini adalah suami istri yang berkecimpung di bidang manajemen ilmiah. Frank adalah pelopor study gerak dan waktu sedangkan Lilian Gilbreth cenderung tertarik pada aspek-aspek dalam kerja, seperti penyelesaian tenaga kerja baru, penempatan dan latihan bagi tenaga kerja baru.  Bukunya yang berjudul The Phisicology of Management, menyatakan bahwa tujuan akhir dari manajemen ilmiah yaitu membantu para karyawan untuk meraih potensinya sebagai makhluk hidup.
3.      Henry Laurance Gantt (1861 1919)
Beliau merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan, dimana titik perhatiannya pada unsur manusia dalam menaikkan produktivitasnya. Gagasan yang telah di cetuskan sebagai berikut:
Ø  Kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama
Ø  Mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja
Ø  Pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus
Ø  Penggunaan intruksi kerja yang terperinci
4.      Harrington Emerson (1853 1931)
Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dari hasil penelitiannya menunjukan kebenaran prinsip yaitu bahwa uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya. Ada 12 prinsip efisiensi untuk mnegatasi pemborosan dan ketidak-efisienan yaitu:
1.      Clearly defined ideals
2.      Common sense
3.      Competent causal
4.      Dicipline
5.      The fair deal
6.      Reliable
7.      Give an order, planning and scedulling
8.      Scedul, standard working and time
9.      Standard condition
10.  Standar operation
11.  Written standard practice instruction
12.  Effisiensi reward
Teori Organisasi Klasik
Tokoh-tokoh yang mendalami organisasi ini yaitu:
1.      Hanry Fayol (1841-1925)
Seorang industrialisasi Perancis ini mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, terdapat dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau General and Industrial Management yang di tulis pada tahun 1908 oleh Constance Storrs. Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip management yaitu:
ü  Devision of work
ü  Uathority and responsibility
ü  Dicipline
ü  Unity of command
ü  Unity of direction
ü  Subordination of individual interest to generale interest
ü  Renumeration
ü  Centralization
ü  Scalar chain (garis wewenang)
ü  Order
ü  Equity
ü  Stability of tonure of personel
ü  Initiative
ü  Esprit the corps
2.      James D. Mooney
Seorang eksekutif General Motors mengartikan organisasi sebagai kelompok orang yang terdiri atas dua atau lebih orang untuk mencapai tujuan tertentu. Menurutnya ada empat unsur yang harus diperhatikan dalam organisasi yaitu koordinasi, prinsip skalar, prinsip fungsional, dan prinsip staff.
3.      Mary Parker Follett (1868 1933)
Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikirannya pada teori klasik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi.

4.      Chaster I. Bernard (1886 1961)
Dalam bukunya The Function of The Executive (1938) mengatakan bahwa organisasi merupakan sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan yang hendak di capai. Menurut teorinya yang diberi nama teori penerimaan mengatakan bahwa seorang bawahan akan menerima perintah bila dia memahami dan mampu untuk mencapainya. Bernard adalah pelopor penggunaan pendekatan sistem.

Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)
Beberapa tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain:
1.      Hugo Munsterberg
Merupaka pencetus psikologi industri yang di kenal sebagai Bapak Psikologi Industri dengan bukunya yang berjudul Psikology and Industrial Efficiensy menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktifitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.
2.      Elton mayo (1880 1949)
Yang dikenal dengan percobaan Howthorne dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.

Aliran Hubungan Modern (Ilmu Pengetahuan)
Di bagi menjadi dua perkembangan, pertama aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasai) dan kedua berdasarkan pada manajemen ilimiah atau manajemen operasi.
1.      Perilaku organisasi, terdapat beberapa tokoh tentang organisasi ini yaitu:
ü  Douglas McGregor
ü  Frederick Herzberg
ü  Chris Argiris
ü  Edgar Schein
ü  Abhraham Maslow
ü  Robert Blak dan Jane Mounton
ü  Rensislikert
ü  Fred Feidler
2.      Prinsip dasar perilaku organisasi
ü  Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat ( peranan, prosedur dan prinsip ).
ü  Manajemen harus sistematis, pendekatannya haru dengan pertimbangan konservatif.
ü  Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
ü  Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.

Aliran Kuantitatif
Aliran kuantitatif ini menggunakan riset operasi yang dikenal sebagai aliran manajemen science. Langkah-langkay yang digunakan dalam manajemen science yaitu:
1.      Perumusan masalah dengan jelas dan terperinci
2.      Penyusunan model matematika dalam pengambilan keputusan
3.      Penyelesaian model
4.      Pengujian model atas hasil penggunaan model
5.      Penetapan pengawasan atau hasil
6.      Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi.
Ada beberapa pendekatan mengenai teori manajemen yaitu sebagai berikut:
1.      Pedekatan sistem
Pendekatan yang memandang organisasi sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi yang tak terpisah. Pendekatan sistem ini meliputi konsep-konsep organisasi formal dan teknis, filosofis dan sosiopsikologis. Sedangkan analisis sistem spesifik maliputi struktur organisasi, desain pekerjaan, akuntansi, sistem informatika dan mekanisme perencanaan serta pengawasan.
2.      Pendekatan kontingensi
Pendekatan yang digunakan untuk menjembatani celah antara teori dan praktek senyatanya, biasanya antara teori dan praktek berbeda maka dari itu harus memperhatikan lingkungan sekitarnya.









BAB 3 Manajemen dan lingkungan eksternal

Didalam bab ini akan dijelaskan tentang keterkaitan antara manajemen terhadap lingkungan ekstern dan tanggung jawab sosial manajer. Lingkungan ekstern atau eksternal terdiri atsa unsur-unsur yang berada diluar organisasi dimana unsur-unsur ini tidak dapat dan diketahui terlebih dahulu oleh manajer, tetapi akan mempengaruhi manajer di dalam pengambilan keputusan.
Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu:
o   Lingkungan mikro
Yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen yang terdiri atas penyedia, langganan, para pesaing, lembaga perbankan dan bukan bank.
o   Lingkungan makro
Yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung, seperti kondisi perekonomian, perubahan teknologi politik, sosial dan lain sebagainya.
Setiap manajer dalam mengambil keputusan selalu dipengarhi oleh faktor-faktor lingkungan eksternal yang tergantung pada bentuk dan tujuan yang akan dicapai oleh organisasi dan juga dipengaruhi oleh diamana seorang manajer duduk dalam posisinya. Manajer dan organisasi memberikan tanggapan terhadap lingkungan eksternal, baik melali pengaruh lingkungan yang bersifat mikro, prediksi maupun lingkungan yang bersifat makro, disamping itu juga bisa melalui perencanaa, perencanaan organisasi dan lingkungan itu sendiri.
Seorang manajer juga mempunyai tanggung jawab dalam setiap keputusan yang akan diambilnya karena dalam hal ini dapat mempengaruhi dalam pencapaian tujuan organisasi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang dan juga menyangkut hajat hidup orang banyak yang kesemuanya menggantungkan diri pada organisasi tersebut. Jadi pada intinya seorang manajer haruslah mempunyai tanggung jawab sosial yang tinggi dalam mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam pembuatan keputusan dan seorang manajer dituntut untuk mengimplementasikan etika dalam berusaha.







Bab 4 Perencanaan, tujuan dan pembuatan keputusan (palnning, goal, and decision making)

            Suatu perencanaan sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi karena merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil sutu keputusan dan tindakan. Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be done. Sedang menurut A.Allen planning is the determination of a course of action to achieve a disered result. Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dimana (where), mengapa (why) dan bagaimana (how). Jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berghubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan dan pemutusan tujuan, kebijakansanaan serta program-program yang dilakukan. Perencanaan juga mempunyai unsur penting yaitu tindakan apa yang harus dikerjakan, apa sebabnya, dimana tindakan tersebut dilakukan, kapan tindakan tersebut dilakukan, siapa yang melakukan, bagaimana caranya. Itu semua merupakan unsur dari perencanaan.
Ada pendapat lain mengenai unsur perencanaan, dan unsur perencanaan tersebut harus mengandung unsur yaitu:
1.      Tujuan: menerangkan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut
2.      Politik: merupakan peraturan yang digariskan bagi tindakan organisasi yang mempunyai tujuan yang ingin dicapai
3.      Prosuder: urutan pelaksanaan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan
4.      Budget: ikhtisar dari masukan yang diharapkan akan diperoleh yang dinyatakan dengan angka
5.      Program: serangkaian tindakan yang akan dilakukan diwaktu yang akan datang terdiri atas penggabungan dari politik, prosedur dan budget.
Pendapat lain mengenai perencanaan jatuh pada Louis A. Allen yaitu:
1.      Forecasting: perkiraan pekerja yang akan dilakukan oleh manajer
2.      Establising objectivies: menentukana tujuan akhir yang akan dicapai dari apa yang direncanakan
3.      Programming: program yang terdiri dari serangkaian tindakan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama
4.      Sceduling: jadwal pekerjaan yang harus diteati tepat waktu
5.      Budgeting: penyusunan anggaran
6.      Developing prosedur: cara yang tepat dalam penyelenggaraan pekerjaan di dalam rangka efisiensi, efektivitas, dan keseragaman pekerjaan
7.      Establising dan interpreting policy: manajer harus menafsirkan kebijakan yang akan diambil agar terjamin dalam keselarasan, keseragaman kegiatan suatu tindakan yang akan dilakukan.
Rencana juga harus mempunyai sifat yang baik yaitu:
1.      Pemakaina kata-kata yang sedrhana yang dapat dipahami
2.      Fleksibel suatu rencana harus sesuai dengan keadaan sebenarnya
3.      Stabilitas, perencanaan harus stabil dan harus ada pertimbangan
4.      Ada dalam pertimabngan
5.      Meliputi seluruh tindakan yang dibutuhkan
Setiap perencanaan harus mempunyai proses dalam suatu rencana seperti:
1.      Menetapkan tugas dan tujuan
2.      Observasi dan analisa
3.      Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
4.      Membuat sintesa
Ada beberapa hal yang berbeda dalam membuat perencanaan yaitu:
1.      Perbedaan dalam bentuk organisasi dan misi yang akan dicapai dalam mewujudkan tujuannya
2.      Dalam organisasi yang sama diperlukan perencanaan yang berbeda karena perbedaan waktu pelaksanaannya
3.      Setip manajer mempunyai gaya kepemimpinan sendiri-sendiri sehingga perencanaan yang diambil berbeda.
Rencna dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu:
1.      Rencana global (Global Plan)
Berisi tentang penentuan tujuan suatu organisasi secara menyeluruh. Analisa penyusunan rencana global terdiri atas:
a.       Strength, yaitu kekuatan yang dimilik oleh organisasi yang bersangkutan
b.      Weaknes, memperhatikan kelemahan yang dimiliki organisasi yang bersangkutan
c.       Opportunity, kesempatan terbuka yang dimiliki oleh organisasi
d.      Treath, yaitu tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi
2.      Rencana strategi (Strategic Plan)
Bagian dari rencana global yang terperinci dengan menyusun rencana kerja yang akn dilakukan untuk mencapai rencana global. Dalam pencapaiannya dilakukn dengan sistem prioritas, mana yang akan dicapai terlebih dahulu.
3.      Rencana operasional (Operational Plan)
Yang meliputi perencanaan dalam kegiatan-kegiatan operasional yang bersifat jangaka pendek

Tujuan Organisasi (Organitation Goal)

Tujuan disini berbeda dengan sasaran. Etzioni mengatakan bahwa tujuan organisasi merupakan keadaan yang diinginkan organissi yang dikaitkan dengan tujuan yang ingin dicapai yang dinyatakan dalam suatu pernyataan. Terdapat dua unsur daripada tujuan yaitu:
1.      Hasil akhir yang ingin dicapai
2.      Kegiatan yang dilakukan saat ini untuk mencapai tujuan bersama.

Bentuk-bentuk tujuan
1.      Sociental goals
2.      Output goals
3.      System goals
4.      Product goals
5.      Derived goals

Fungsi tujuan perencanaan
1.      sebagai dasar dan patokan kegiatan yang ada dalam organisasi
2.      sumber legitimasi dengan meningkatan kemampuan kegiatan yang dilakukan
3.      sebagai standar pelaksanaan\sumber motivasi
4.      sebagai dasar rasional perusahaab
sedangkan menurut Peter Drucker ada 15 unsur yang harus ada yaitu:
1.      posisi pasar
2.      produktifitas
3.      sumber daya fisik dan keuangan
4.      profitabilitas
5.      inovasi
6.      prestasi dan pengembangan manajer
7.      prestasi dan sikap karyawan
8.      tanggung jawab sosial dan publik
Bentuk-bentuk pembuatan keputusan (Decision Making)
Pembuatan keputusan merupakan bagian terpenting dari manajer yag dihubungkan dengan pelaksanaan perencanaan. Pembuatan keputusan yaitu proses serangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam penyelesaian suatu masalah.

Bentuk keputusan ini bisa berupa keputusan yang diprogram atau tidak bisa juga dibedakan antara keputusan yag dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko dan ketidak pastian.
Keputusan terprogram yaitu keputusan yang diambil menurut kebiasaan, aturan atau prosedur yang terjadi secara rutin dan berulang-ulang. Contoh: penetapan gaji, prosedur penerimaan pegawai, prosedur kenaikan jenjang karyawan. Sedangkan keputusan tidak terprogram yaitu keputusan yang dibuat karena terjadinya masalah-masalah khusus atau tidak biasanya. Contoh: pengalokasian sumber daya organisasi, penjualan yang merosot tajam, pemakaian teknologi yang modern. Dalam membuat keputusan juga harus melalui proses yaitu dnegan proses sebagai berikut:
1.      pemahaman dan perumusan masalah
2.      pengumpulan dan analisa data yang relevan
3.      pengambangan alternatif
4.      pengevaluasian terhadap alternatif yang digunakan
5.      pemilihan alternatif terbaik
6.      implementasi kebutuhan
7.      evaluasi atau hasil keputusan

Analisis Antara Kebijakan Pembangunan Indonesia, baik Pembangunan Nasional Maupun Pembangunan Sektoral ( daerah ) Dengan Kebijakan Hutang Luar Negeri Indonesia

0 komentar

Nama          : Dewi Rahmiati
Kelas          : 1EB15
NPM           : 21210911
Perekonomian Indonesia



Dalam rangka Kebijakan Pembangunan Indonesia krisis keuangan global tahun 2008 diduga membawa dampak yang besar dan perubahan signifikan pada perekonomian global termasuk Indonesia. Perekonomian dunia tahun 2009 kontraksi sebesar 2,2%, sehigga banyak kalangan menyebutkan sebagai penyebab krisi ekonomi global terburuk sejak Perang Dunia Kedua. Walaupun krisis keuangan tersbut bermula di salah satu negara maju, dampaknya akan sampai ke dalam perekonomian di negara berkembang melalu berbagai saluran, antara lain penurunan aliran modal masuk dan peningkatan suku bunga pinjaman, menipisnya sumber daya pembiayaan pembangunan dari negara pendonor dan dapat menurunkan permintaan ekspor. Pada sumber dana pembangunan global, pemerintahan di negara berkembang dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan belanja yang vital untuk mencegah kemerosotan perekonomian domestik dan kesejahteraan penduduk yang lebih dalam, seperti pengeluaran untuk jaringan pengaman sosial, pembangunan sumber daya manusia, dan infrastruktur. Krisis ini memiliki implikasi jangka panjang di negara berkembang. Tanpa strategi dan penanganan yang baik, Bank Dunia menduga meningkatnya jumlah penduduk miskin dunia sampai 200 juta jiwa. Ketahanan ekonomi domestik (resilience) dianggap merupakan faktor penting yang menyebabkan perbedaan skala dampak krisis global di negara berkembang. Pembicaraan ini juga sempat dibicarakan di Indonesia, namun nampaknya belum pernah di bahas secara lebih mendalam.

Selain itu, pembahasan ketahanan ekonomi Indonesia juga serig dikaitkan dengan data makroekonomi yang menunjukkan gejala pemulihan. namun beberapa studi lainnya mengenai dampak krisis di Indonesia menangkap adanya gejala pengurangan lapangan kerja, peningkatan kegiatan ekonomi informal, perlambatan kegiatan produksi, penurunan ekspor, dan penurunan kesejahteraan rumah tangga dan perorangan. Adapun pandangan terhadap ketahanan ekonomi domestik dengan demikian tidak hanya terbatas pada aspek makroekonomi melainkan pada mikroekonomi.


Pada dasarnya, secara teoretik bahwa pembangunan merupakan upaya untuk mengubah kehidupan masyarakat setarap lebih baik. Pembangunan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki untuk memperoleh tingkat kesejahteraan yang memadai bagi seluruh warganya. Di dalam melaksanakan pembangunan tersebut, adakalanya sebuah negara tidak memiliki modal untuk melakukannya. Makanya, di dalam teori pembangunan kemudian disebutkan melalui konsep pembangunan berbasis hutang luar negeri. 


Cerita tentang keberhasilan pembangunan melalui konsep hutang  luar negeri memang pernah terjadi ketika Inggris mengalami kebangkrutan pasca perang dunia I dan tidak lagi mampu untuk membiayai pembangunan negerinya. Inggris nyaris bangkrut karena ketidakmampuan melakukan pembiayaan pembangunannya ini. Maka melalui skema bantuan Amerika Serikat, maka Inggris kembali memperoleh modal untuk melakukan pembangunan semua aspek kehidupan masyarakatnya.
Sebagai akibat perang, maka banyak infrastruktur di negeri Inggris yang rusak dan tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Akibatnya maka kehidupan masyarakatnya menjadi kurang sejahtera. Ekonomi masyarakat menjadi semakin rentan. Negeri ini tentu diambang kehancuran. Itulah sebabnya maka negeri ini memerlukan suntikan dana untuk melakukan pembangunannya.
Secara lambat tetapi pasti Inggris kemudian berkembang dan secara perlahan-lahan ekonominya bangkit sehingga tingkat kesejahteraannya juga meningkat. Lambat tetapi pasti Inggris juga menjadi semakin berdaya dalam pembangunan ekonominya. Dan Inggris kembali menjadi negara yang secara ekonomi independen. Inggris bisa membiayai pembangunannya sendiri. Melalui pembangunan berbasis hutang luar negeri ini maka Inggris kemudian mampu melepaskan ketergantungannya.
Skema pembangunan berbasis hutang  luar negeri ternyata manjur untuk membangun kembali Inggris dari keterpurukan. Keberhasilan ini kemudian diteoretisasikan melalui konsepsi Harold dan Domar dalam teori pembangunan. Makanya, konsep dan praksis pembangunan berbasis hutang luar negeri lalu menjadi model. Banyak negara yang mengadopsi sistem pembangunan berbasis hutang luar negeri.
Semua negara yang kalah perang di Negara Eropa mengikuti model pembangunan sebagaimana yang dilakukan oleh Inggris. Dan sebagaimana yang dapat disaksikan bahwa melalui skema pembangunan berbasis hutang  luar negeri, maka tingkat kesejahteraan masyarakatnya menjadi setarap lebih baik. Oleh karena itu lalu menjadi rujukan bagi negara-negara lain di dunia.
Negara Amerika Latin, Afrika, Asia dan lainnya juga melakukan hal yang sama. Negara-negara yang secara ekonomi berhasil seperti Inggris, Belanda, Perancis, Jepang, Kanada, Amerika Serikat dan sebagainya lalu membentuk organisasi donor untuk negara-negara yang tergolong dunia ketiga. Hampir seluruh negara berkembang masuk ke dalam skema bantuan luar negeri, termasuk Indonesia.
Belanda kemudian membentuk Inter  Governmental Group on Indonesia (IGGI) yang menghimpun dana dari seluruh dana pendonor untuk membantu pembiayaan pembangunan di Indonesia. Skema ini tampaknya di awal akan berhasil. Sebab pembangunan yang selama ini tidak bisa dilakukan ternyata bisa dilaksanakan. Pemerintah pun kemudian merumuskan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang dijadikan sebagai pedoman untuk membangun Indonesia. Secara konseptual, skema pembangunan yang tertuang di dalam GBHN tentulah sangat baik. Hal ini dapat dipahami sebab yang merumuskan adalah para pakar pembangunan dalam disiplin ilmu yang sangat mencukupi.
Di lima tahun awal pembangunan, tampaknya skema hutang luar negeri ini akan berhasil. Banyak infrastruktur ekonomi dibangun. Prasarana jalan, pasar, industri, infrastruktur pertanian, perkebunan, tambang dan sebagainya dilakukan dengan sangat getol. Makanya, terjadilah peningkatan pertumbuhan ekonomi yang cukup  memadai.   Dengan  demikian, skema hutang luar negeri dalam proses pembangunan sepertinya berada di jalur yang benar atau on the right track.
Namun demikian, cerita sukses ini kemudian direduksi oleh tindakan korupsi yang tidak tertanggungkan. Banyak proyek yang anggarannya berasal dari dana luar negeri ternyata dikorupsi. Jadi korupsi telah mengkorupsi Indonesia. Uang jutaan dollar yang dipinjam dari luar negeri kemudian nyasar ke kantong-kantong pejabat. Akibatnya, proyek yang sesungguhnya dapat digunakan sebagai sarana untuk menyejahterakan rakyat hanya dapat menyejahterakan individu-individu pelaksana proyek pembangunan.
Indonesia pun diambang bangkrut hingga akhirnya memaksa pemerintahan harus mengevaluasi kembali program pembangunannya. Hanya sayangnya bahwa program bantuan luar negeri melalui skema hutang luar negeri tersebut sudah menjerat pemerintah Indonesia. Kita sudah tidak lagi memiliki kemandirian dalam membiayai pembangunan. Hingga sekarang kita masih sangat tergantung kepada hutang luar negeri untuk pembiayaan proyek-proyek pembangunan.


Namun demikian, sebagaimana yang diungkapkan oleh Direktur Pembiayaan Luar Negeri Multilateral bahwa pemerintah sudah berusaha secara maksimal untuk mengurangi hutang luar negeri. Hanya saja memang masih ada hal-hal tertentu yang memang harusdidanai oleh hutang luar negeri untuk mempercepat proses pencapaian targetnya.



KONDISI PEMBAGUNAN INDONESIA DIBALIK HUTANG YANG MEMBENGKAK

Hingga tahun 1997,pembangunan Indonesia selalu dipuji oleh lembaga-lembaga keuangan Internasional. Bahkan dalam laporan Bank Dunia pada bulan Juni 1997, Indonesia mendapat predikat kejaiban atau negara yang pertumbuhannya ajaib. Sebelum jatuhnya Orde Baru, Bank Dunia selalu memuji prestasi pembangunan ekonomi Indonesia. Bahkan posisi Indonesia ditempatkan sebagai salah satu negara berkembang yang sukses pembangunan ekonominya, tanpa melihat proses pembangunan itu telah merusak dan menghabiskan sumber daya alam yang ada, dan melilitkan Indonesia pada hutang luar negeri yang sangat besar.

Satu hal penting yang dilupakan adalah bahwa semua keberhasilan itu dicapai dengan hutang, sehingga menjadi bumerang ketika Indonesia diterpa krisis pada tahun 1997. Seluruh bangunan ekonomi runtuh, perusahaan-perusahaan bangkrut,pengangguran meledak, kemiskinan menigkat, sementara yang terasa hingga kini adalah beban hutang luar negeri yang semakin berat.

Lalu berapakah hutang pemerintah Indonesia? 

Jurnal-ekonomi.org – Menurut Buku Saku Perkembangan Utang Negara Edisi Oktober 2010, jumlah seluruh hutang pemerintah mencapai US$ 185,3 miliar. Bila dirupiahkan dengan kurs Rp 9000/US dollar, maka hutang negara kita mencapai Rp  1.667,70 trilyun. Jika dibagi jumlah penduduk Indonesia 237,556 juta jiwa berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, maka setiap penduduk Indonesia memikul hutang negara sebesar Rp 7 juta.

Utang Pemerintah Indonesia
undefined

Dalam sepuluh tahun terakhir, hutang pemerintah berkembang pesat dari US$122,42 milyar pada tahun 2001 menjadi US$185,3 milyar pada tahun 2010. Selama periode tersebut hutang negara bertambah menjadi US$ 61,88 milyar atau setara Rp 556,92 trilyun.

Dengan demikian selama sepuluh tahun terakhir pemerintahan 3 rezim; Gusdur, Megawati, dan SBY, negara tidak memiliki kemampuan mengurangi ketergantungan terhadap hutang apalagi manghilangkannya. Justru hutang negara meningkat 50,56% atau hampir setengah dari jumlah hutang tahun 2001.

Pemerintahan SBY yang sudah memasuki dua periode jabatan, memiliki andil besar dalam menggelembengkuan utang negara. Sejak tahun 2004 hingga 2010, utang negara bertambah US$45,42 milyar dollar atau sekitar Rp 408,78 trilyun. Jadi dari 50,56% peningkatan utang negara sejak 2001, pemerintahan SBY menyumbangkan peningkatan utang sebesar 37,10%. Jika dihitung sejak tahun 1970 dengan jumlah utang pemerintah pada saat itu mencapai US$2,77 milyar, maka utang negara selama 40 tahun terakhir bertambah sebesar 6.589,53%.

 lalu berapa Cicilan Pokok dan Bunga Utang Negara dalam APBN?
 Jumlah utang pemerintah Indonesia pada saat ini mencapai US$185,3 milyar atau bila dirupiahkan dengan kurs Rp 9.000/US$ setara dengan Rp1.667,7 trilyun. Jumlah yang tidak sedikit yang bila dibebankan kepada 237,556 juta penduduk Indonesia maka setiap warga negara harus memikul utang negara sebesar Rp7 juta. Jika jumlah utang negara kita sudah sangat besar maka berapakah beban cicilan pokok dan bunga utang pemerintah yang harus dibayar rakyat dalam APBN?
Berdasarkan data dari Buku Saku Perkembangan Utang Negara Edisi Oktober 2010, dalam APBN-P 2010 jumlah keseluruhan cicilan utang pemerintah mencapai angka Rp230,33 trilyun. Cicilan tersebut terdiri atas cicilan pokok sebesar Rp124,68 trilyun dan cicilan bunga Rp105,65 trilyun. Proporsi anggaran pembayaran utang mencapai 23,21% dari Rp992,4 trilyun penerimaan APBN dimana hampir setengahnya atau 45,87% adalah pembayaran bunga utang pemerintah. Akibat besarnya jumlah cicilan utang, APBN pun mengalami defisit sangat besar, yakni Rp133,75 trilyun.
 CICILAN HUTANG NEGARA
undefined
 Dari tabel diatas diketahui Sejak tahun 2000, cicilan utang pemerintah meningkat (lihat grafik). Dari Rp57,69 trilyun pada tahun 2000 menjadi Rp230,33 trilyun di 2010. Tingkat cicilan utang negara tahun ini meroket hampir 4 kali lipat cicilan utang pemerintah tahun 2000. Hanya pada tahun 2003 cicilan utang turun jumlahnya dari cicilan tahun 2002, dan tahun 2005 dari tahun 2004. Tetapi jika dibandingkan dengan tahun 2000, tren cicilan utang tidak mengalami penurunan sama sekali (lihat tabel).

Dan meski Indonesia telah membayar hutang sebesar Rp 1.667,7 trilyun selama 11 tahun terakhir, hutang Indonesia tidak turun justru membengkak dari jumlah hutang pada tahun 2000 yakni Rp.1.235 trilyun. Bahkan jika dibandingkan jumlah hutang pemerintah tahun 1998 sebesar Rp 553 trilyun, jumlah hutang pemerintah Indonesia tahun 2010 bertambah 3 kali lipat sejak krisis moneter.

Sebagai negara yang kaya sumber daya manusia dan sumber daya alam, dengan letak yang sangat strategis, menjadi sangat ironis negara ini hidupnya bergantung pada utang. Pertanyaan bagi kita; kemana potensi sumber daya manusia Indonesia? Kemana potensi sumber daya alam yang melimpah perginya? Tentu ada yang salah dengan sistem ekonomi dan ideologi yang diterapkan di negeri kita. Inilah yang harus direnungkan dan dipecahkan. 

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

2 komentar

Sejarah Perekonomian Kepulauan Bangka Belitung
Perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2007 ditopang oleh sektor primer dan sektor sekunder. Sektor primer meliputi sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian. Sektor primer ini mempunyai kontribusi cukup besar masing-masing sebesar 18,67 persen dan 20,40 persen.
Sedangkan pada sektor sekunder yaitu sektor industri pengolahan memberikan kontribusi yang cukup besar pada PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu sebesar 22,51 persen dan untuk sektor listrik, gas dan air bersih serta sektor bangunan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,65 persen dan 5,87 persen. Untuk sektor tersier yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor angkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa mempunyai kontribusi sebesar 34,81 persen.
Dilihat dari sisi penggunaan PDRB atas dasar harga berlaku digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga. Pada tahun 2007 besarnya pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 9.015.057 juta rupiah atau sekitar 50,38 persen dari total PDRB. Selain itu kegiatan perdagangan luar negeri juga mempunyai kontribusi yang cukup besar, untuk ekspor senilai 8.741.217 juta rupiah atau 48,84 persen dan untuk impor senilai 5.284.414 juta rupiah atau 29.53 persen dari total PDRB.


Pendapatan Asli Daerah
          Pendapatan asli daerah kepulauan bangka belitung terletak pada hasil industri kota tersebut. Adapun industri-industri tersebut adalah industri perikanan, perkebunan, hasil laut. Industri kerajinan yang diusahakan penduduk adalah kerajinan tangan berupa industri pewter dari timah, gelang/cincin/tongkat dari akar bahar, anyaman kopiah/peci resam dan sebagaimya. Sedangkan industri kerajinan yang berupa makanan/penganan berupa terasi, rusip, getas/kerupuk, siput gonggong dan lain-lain.
          Selain itu ekspor dan impor kepulauan bangka belitung juga menambah pendapatan asli daerah provinsi tersut. Neraca perdagangan ekspor dan impor kepulauan bangka belitung pada tahun 2007 terjadi peningkatan nilai surplus dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2007, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas sebesar 17.895.017 juta rupiah, sedangkan PDRB tanpa migas sebesar 17.369.399 juta. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan dimana pada tahun 2006 PDRB atas dasar harga berlaku dengan migas adalah 15.920.529 juta rupiah dan PDRB tanpa migas sebesar 15.299.647 juta rupiah. Demikian juga, PDRB atas dasar harga konstan 2000 baik dengan migas maupun tanpa migas pada tahun 2007 menunjukkan peningkatan.

Hambatan Pembangunan Kepulauan Bangka Belitung
          Sudah sejak lama kepulauan Babel hidup masyarakatnya ketergantung kepada pemasukan beras dan gula dari pulau Jawa yang diatur oleh Bolug, padahal kedua pulau ini mempunyai potensi yang cukup besar untuk bisa mencetak areal persawahan sendiri melalui sistem pengairan terpadu karena Babel mempunyai lahan-lahan tertentu yang cukup subur didukung pula oleh adanya sungai-sungai besar yang mengalir sepanjang tahun tanpa terhenti dan terbuang sia-sia kelaut, masyarakat setempat ada yang memanfatkan lahan subur tersebut secara sporadis bertanam padi (padi nunggal) dengan sistem tadah hujan dan hasilnya cukup baik, potensi ini rupanya tidak dilirik oleh Pemda setempat untuk difasilitasi dan dikembangkan karena kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga anggaran yang ada hanya habis untuk mendanai hal-hal yang sifatnya rutinitas yang pada akhirnya dua kepulauan ini sulit untuk berkembang secara mandiri (swasembada pangan), kepulauan Babel dikatakan sebagai propinsi baru yang penghasilan PAD nya tergolong kecil, salah satu faktor penyebabnya adalah mungkin disebabkan oleh kurang terarahnya prioritas pembangunan yang dilaksanakan untuk mempercepat peningkatan PAD tersebut.
          Ditinjau dari segi penghasilan lainnya, Babel mempunyai potensi pula untuk bisa menghasilkan air minum mineral dari air gunung yang melimpah, hasil laut berupa rupa-rupa ikan, sotong dan cumi-cumi, ubur-ubur, kima, ikan fillet dan kepiting kupas/isi, haisom dan lain-lain termasuk rumput laut serta potensi ikan tambak air sungai dan rawa-rawa maupun air payau serta air laut yang berada di kepulauan-kepulauan kecil yang bisa dibuat pertambakan seperti ikan kerapu bintang, kerapu, burung, ikan kakap putih, udang dan kepiting dan lain-lain yang harganya mahal dan berkualitas eksport, namun pada kenyataannya benar-benar belum dimanfaatkan secara maksimal.









Produk Unggulan Kepulauan Bangka Belitung
          Produk unggulan dari kepulauan ini terletak pada sektor perindustriannya yaitu, indutri yang mengolah hasil agro industri, perikanan, perkebunan dan hasil laut. Industri kerajinan yang diusahakan penduduk adalah kerajinan tangan berupa industri pewter dari timah, gelang/cincin/tongkat dari akar bahar, anyaman kopiah/peci resam dan sebagainya. Sedangkan industri kerajinan yang berupa makanan/penganan berupa terasi, rusip, getas/kerupuk, siput gonggong dan lain-lain.
          Tidak hanya industri, keadaan alam kepulauan bangka belitung mendukung adanya produk unggulan.


Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Daerah
          Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kepulauan bangka belitung:
1.  Fauna
Fauna di Kepulauan Bangka Belitung lebih memiliki kesamaan dengan fauna di Kepulauan Riau dan semenanjung Malaysiadaripada dengan daerah Sumatera. Beberapa jenis hewan yang dapat ditemui di Kepulauan Bangka Belitung antara lain: Rusa, Beruk, Monyet, Lutung, Babi Hutan, Tringgiling, Kancil, Musang , Elang, Ayam Hutan, Pelanduk, berjenis-jenis Ular dan Biawak. Dari fauna-fauna tersebut, kepulauan bangka belitung menjadi lebih dikenal oleh seluruh masyarakat.
2.  Flora
Di Kepulauan Bangka Belitung tumbuh bermacam-macam jenis kayu berkualitas yang diperdagangkan ke luar daerah seperti: Kayu Meranti, Ramin, Mambalong, Mandaru, Bulin dan Kerengas. Tanaman hutan lainnya adalah: Kapuk, Jelutung, Pulai, Gelam, Meranti rawa, Mentagor, Mahang, Bakau dan lain-lain. Hasil hutan lainnya merupakan hasil ikutan terutama madu alam dan rotan. Madu Kepulauan Bangka Belitung terkenal dengan madu pahit.
3.  Hidrologi
Daerah Kepulauan Bangka Belitung dihubungkan oleh perairan laut dan pulau-pulau kecil. Secara keseluruhan daratan dan perairan Bangka Belitung merupakan satu kesatuan dari bagian dataran Sunda, sehingga perairannya merupakan bagian Dangkalan Sunda (Sunda Shelf) dengan kedalaman laut tidak lebih dari 30 meter.
Sebagai daerah perairan, Kepulauan Bangka Belitung mempunyai dua jenis perairan, yaitu perairan terbuka dan perairan semi tertutup. Perairan terbuka yang terdapat di sekitar pulau Bangka terletak di sebelah utara, timur dan selatan pulau Bangka. Sedangkan perairan semi tertutup terdapat di selat Bangka dan teluk Kelabat di Bangka Utara. Sementara itu perairan di pulau Belitung umumnya bersifat perairan terbuka.
Di samping sebagai daerah perairan laut, daerah Kepulauan Bangka Belitung juga mempunyai banyak sungai seperti : sungai Baturusa,sungai Buluh, sungai Kotawaringin, sungai Kampa, sungai Layang,sungai Manise dan sungai Kurau.
4.  Ketenagakerjaan
Jumlah penduduk Kepulauan Bangka Belitung usia 15 tahun ke atas atau yang termasuk Penduduk Usia Kerja (PUK) pada tahun 2007 sebanyak 766.428 jiwa atau 69,25 persen dari total penduduk. Sebesar 66,28 persen dari PUK termasuk dalam penduduk angkatan kerja (bekerja dan/atau mencari kerja) dan sisanya 33.72 persen adalah penduduk bukan angkatan kerja (sekolah, mengurus rumahtangga dan lainnya).
Tingkat partisipasi angkatan kerja Kepulauan Bangka Belitung tahun 2007 sebesar 66,28 persen artinya sebesar 66 persen penduduk usia kerja aktif secara ekonomi. Adapun tingkat pengangguran terbuka untuk Kepulauan Bangka Belitung tahun yang sama sebesar 6,49 persen, artinya dari 100 penduduk yang termasuk angkatan kerja, secara rata-rata 5-6 orang diantaranya pencari kerja. Penduduk usia kerja yang bekerja apabila dilihat dari sektor lapangan pekerjaan tampak bahwa sebesar 34,4 persen penduduk usia kerja yang bekerja terserap di sektor pertanian, 20,9 persen terserap sektor pertambangan dan sektor perdagangan menyerap 18,7 persen.


Gubernur

Eko Maulana Ali (Gubernur Kep. Bangka Belitung)

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan Bangka Belitung

PENJELASAN ANTARA PERTUMBUHAN DAN PEMERATAAN DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

1 komentar

Pertumbuhan ekonomi mempunyai arti penting. Petumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunanekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsinsehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun.

Selain dari sisi permintaan (konsumsi), dari sisi penawaran, pertumbuhan penduduk juga membutuhkan pertumbuhan kesempatan kerja (sumber pendapatan). Pertumbuhan ekonomi tanpa dibarengi dengan penambahan kesempatan kerja akan mengakibatkan ketimpangan dalam pembagian dari penambhana pendapatan tersebut (ceteris paribus), yang selanjutnya akan menciptakan suatu kondisi pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kemiskinan. Pemenuhan kebutuhan konsumsi dan kesempatan kerja itu sendiri hanya bisa dicapai dengan penigkatan output agregat (barang dan jasa) atau PDB yang terus-menerus. Dalam pemahaman ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi adalah penambahan PDB, yang berarti peningkatan PN.

Konsep Pendapatan Nasional mempunyai dua arti yaitu dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti sempit, PN adalah PN sedangkan dalam arti luas, PN dapat merujuk ke PDB atau merujuk ke produk nasional bruto (PNB), atau ke produk nasional neto (PNN). Perhitungan PN diawali dengan perhitungan PDB. Hubungan antara PDB dan PN dapat dijelaskan melalui beberapa persamaan sederhana sebagai berikut:
   PNB = PDB + F
   PNN = PNB - D
   PN = PNN -Ttl
keterangan:
F = pendapatan neto atas faktor luar negeri
D = penyusutan
Ttl = pajak tak langsung neto

Jika tiga persamaan di atas di gabungkan, akan memperoleh persamaan sebagai berikut:

PDB = PN + Ttl + D - F
atau
PN = PDB +F - D -Ttl

PDB dapat diukur dengan tiga macam pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran. Dua pendekatan pertama tersebut adalah pendekatan dari sisi penawaran agregat, sedangkan pendekatan pengeluaran adalah perhitungan PDB dari sisi permintaan agregar.
Sumber-sumber pertumbuhan dapat bersumber dari pertumbuhan permintaan agragat (AD) atau dan pertumbuhan penawaran agregat (AS).

Penjelasan ini juga terdapat teori-teori dan model-model pertumbuhan perekonomian seperti Teori Klasik, Teori Neo-Keynes, Teori Neo-Klasik dan Teori Modern. Di dalam teori klasik ada dua aliran pemikiran mengenai pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari sisi AS/produksi yaitu teori klasik dan teori modern dan diantara kedua ini, teori neo-keynes dan teori neo-klasik. Dasar pemikiran teori klasik adalah pembangunan ekonomi yang dilandasi oleh sistem Liberal, yang manapertumbuhan ekonomi di pacu oleh semangat untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Beberapa teori klasik terdapat disini yaitu sebagai berikut:

  1. Teori Pertumbuhan Adam Smith, di dalam teori ini terdapat tiga faktor penentu proses produksi/pertumbuhan, yaitu SDA, SDM, dan barang modal.
  2. Teori Pertubuhan David Ricardo, pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh SDA (dalam arti tanah) yang terbatas jumlahnya, dan jumlah penduduk yang menghasilkan jumlah tenaga kerja yang menyesuaikan diri dengan tingkat upah. Menurut David Ricardo pertanian adalah sektor utama sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
  3. Teori Pertumbuhan dari Thomas Robert Malthus, menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan suatu perekonomian adalah kesejahteraan Negara, yakni jika PNB potensialnya meningkat. Sekotor yang paling dominan adalah sektor industri dan pertanian. Jika output di kedua sektor itu di tingkatkan, maka PNB potensialnya akan bisa di tingkatkan. Menurut Thomas Robert Malthus ada dua faktor yang sangat menentukan pertumbuhan yaitu faktor ekonomi seperti tanah, tenaga kerja, modal dan organisasi ; dan juga faktor nonekonomis seperti keamanan atas kekayaan, konstitusi dan hukum yang pasti, etos kerja dan disiplin pekerja yang tinggi. tetapi, diantara faktor tersebut yang paling berpengaruh adalah faktor akumulasi modal. 
  4. Teori Marx, membuat lima tahapan perkembangan sebuah perekonomian yaitu: 1. perekonomian komunal priminif 2. perekonomian perbudakan 3. perekonomian feodal 4. perekonomian kapitalis 5. perekonomian sosialis.
Teori selanjutnya yaitu tentang teori Neo-Keynes, model pertumbuhan yang di dalam kelompok teori Neo-Keynes adalah model daro Harrod dan Domar yang mencoba memeperlus teori keynes mengenai keseimbangan pertumbuhan ekonomi dalam perspektif jangaka panjang dengan menlihat pengaruh dari investasi, baik pada AD maupun pada perluasan kapasitas produksi AS, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya yaitu mengenai Teori Neo-Klasik. Pemikiran dari teori ini didasarkan pada kritik atas kelemahan-kelemahan atau penyempurnaan terhadap pandangan/asumsi dari teori klasik. Beberapa model teori ini adalah sebagai berikut yaitu:
  1. Model Pertumbuhan A.Lewis
  2. MOdel Petumbuhan Paul A.Baran
  3. Teori Ketergantungan Neokolonial
  4.  Model Pertumbuhan WW.Rostow
 Kemudai Teori Modern, dari teori-teori yang di bahas dia atas kurang dapat menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang sejak tahun 1950-an di banyak negara di dunia yang kenyataannya pertumbuhan tersebut tidak sepenuhnya hanya dodorong olah akumulasi modal dan penambahan jumlah tenaga kerja,, tetapi juga disebabkan oleh peningkatan produktifitas dari kedua faktor tersebut.

Setelah melihat teori-teori di atas kita akan melihat kondisi pembangunan ekonomi Indonesia selama pemerintahan orde baru (sebelum krisis ekonomi 1997) dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mengalami suatu proses dalam pembanguna ekonomi yang spektakuler, paling tidak pada tingkat makro(agregat). Keberhasilan ini dapat diukur dengan sejumlah indikator ekonomi makro.
tetapi, pada sekarang ini pemerataan dalam konteks Pembangunan Ekonomi Indonesia kurang merata karena semakin banyak saja masyarakat khususnya Indonesia yang masih kekurangan dalam faktor pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan.

sumber: buku perekonomian indonesia pengarang: Tulus Tambunan